Masa Kecilku
Masa
kecil merupakan masa-masa yg indah bagi sebagian orang, termasuk diriku
sendiri. Di dunia ini tidak ada yang namanya kemudahan tanpa adanya kesulitan
sebelum mendapatkan kemudahan tersebut. Disini aku ingin bercerita sedikit
tentang masa kecilku. Aku dilahirkan dari keluarga sederhana, tidak kaya, tidak
miskin juga. Masa kecilku kuhabiskan di rumah bersama ibuku. Waktu aku kecil,
ayahku tidak tinggal bersamaku. Ia bekerja di luar kota. Sementara itu ibuku
disini bekerja setiap hari sehingga akupun selalu kesepian di rumah. Untuk
menutupi kesepianku, ibuku mencari asisten rumah tangga untuk menemaniku di
rumah saat ibuku bekerja.
Asisten
rumah tangga tersebut bernama Mbak Suci. Ia yang menemaniku setiap hari,
membantu pekerjaan rumah, dll. Tidak lama ia bekerja, ia diberhentikan kerja
oleh ibuku karena ia kasar kepadaku dan ibuku mengetahui perbuatannya. Lalu
ibuku pun mencari asisten rumah tangga lain dan menemukan orang yang cocok.
Mbak Tri panggilannya. Dia orang yang berbeda dari Mbak Suci. Dia orang yang
lembut dan baik hati. Saat aku bosan dirumah, ia pun mengajakku melihat
pemandangan sawah di dekat rumah. Dia sangat menyayangiku seperti anaknya
sendiri.
Tak
terasa aku sudah berumur 4 tahun. Dan saat itulah aku memasuki jenjang TK. Awal
sekolah merupakan hal yang susah bagiku, karena aku sangat dekat dengan ibuku
sehingga aku tidak bisa lepas dari ibuku saat sekolah. Ibuku harus menemaniku
hingga sekolah usai, sampai-sampai ibuku tidak berangkat kerja. Namun lama
kelamaan aku sudah terbiasa sehingga ibuku bisa berangkat kerja secara normal.
Ibuku
pernah bercerita padaku, ia bercerita bahwasanya dulu saat aku berumur sekitar
4 tahun, aku sangat suka membaca, terutama membaca koran maupun majalah yang
tergeletak di meja tamu. Entah apa yang kubaca, namun aku suka melihat-lihat
semua isi koran atau majalah itu. Ibuku bilang saat aku sedang membaca koran,
aku tidak merespon semua panggilan yang tertuju padaku. Perhatian hanya tertuju
kepada koran yang kubaca.
Ibuku
khawatir dan bertanya tanya “Apakah mungkin anakku menderita suatu kelainan?”.
Ibuku pun membawaku ke dokter untuk berkonsultasi. Ibuku menjelaskan semua hal
yang terjadi padaku di rumah. Dokter itu berkata bahwa aku adalah anak yang
cerdas dan membujuk ibuku agar tidak mengkhawatirkanku lagi.

Komentar
Posting Komentar